Selasa, 31 Maret 2015

Marc Marquez Sang Pemecah Rekor

Marc Marquez merayakan kemenangan di GP Indianapolis (AP Photo/Jens Meyer)
Lagi-lagi Marc Marquez. Ya, pembalap Repsol Honda ini kembali jadi perhatian berkat capaian mengesankannya di musim ini.

Seri kesepuluh MotoGP 2014 di Indianapolis, Senin (11/8/2014) dini hari tadi, kembali jadi milik pembalap muda yang baru berusia 21 tahun tersebut. Marquez kembali jadi orang pertama yang menyentuh garis finis usai memenangi duel ketat dengan dua pembalap Yamaha, Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi.

Kemenangan di Sirkuit Indianapolis Motor Speedway menjadi kemenangan ke-10 secara beruntun yang diraih Marquez pada musim ini. Jadi, pantas rasanya dia dijuluki "Baby Alien".

Julukan lain yang mungkin pantas disandangnya sekarang ialah "Sang pemecah rekor". Betapa tidak, sejak penampilan perdananya di MotoGP tahun 2013, dia berhasil memecahkan sejumlah rekor; diantaranya pembalap termuda yang memenangi kelas Premier dan terakhir mencatatkan diri sebagai juara dunia MotoGP termuda.

Melakoni musim keduanya pada 2014, pemuda kelahiran Cervera, Lleida, Spanyol 17 Februari 1993 ini makin menjadi-jadi. Dia tampil dominan dengan menguasai podium teratas pada 10 seri awal yang telah digelar.

Rekor baru pun dicatatkannya. Dia kini menyandingkan diri dengan dua pembalap legendaris MotoGP, Mick Doohan dan Giacomo Agostini.

Marquez jadi pembalap pertama sejak sukses Doohan memenangi 10 seri secara beruntun pada tahun 1997 (masih format 500cc). Saat itu, rider asal Australia itu mencatatkan 10 kemenangan beruntun mulai dari seri keempat di Mugello hingga seri ke-13 di Catalunya.

Pada tahun itu di mana Sirkuit Sentul masih masuk dalam kalendar, Doohan mencatatkan 12 kemenangan dari total 15 seri yang dilangsungkan.

Sementara untuk catatan Agostini, Marquez menyamai rekor sang legenda lewat 10 kemenangan beruntun yang diraih sejak seri pembuka. Agostini mencatatkan rekor tersebut pada tiga musim beruntun, yakni 1968,1969 dan 1970.

Kini, rekor lain yang berpeluang dipecahkan Marquez ialah menyamai rekor 12 kemenangan yang diraih Doohan pada 1997. Dengan konsistensi performa yang ditunjukkan Marquez pada musim ini, rasanya bukan hal yang mustahil dia bisa menyamai atau bahkan melewati catatan tersebut. Apalagi kompetisi musim ini masih menyisakan delapan seri.

Menanggapi hal ini, Marquez yang juga menyandang status juara dunia di kelas 125cc dan Moto2 ini memilih merendah. Dia mengakui sulit bagi dirinya untuk terus menang di setiap balapan.

"Itu hal yang sulit, tapi target utama saya adalah menang pada tiap balapan," ujarnya kepada Crash.net.

Delapan seri tersisa di musim ini akan digelar di Brno (Rep.Ceska), Silverstone (Inggris), Misano (Italia), Aragon (Spanyol), Motegi (Jepang), Phillip Island (Australia), Sepang (Malaysia) dan GP Valencia (Spanyol). Mampukah Marquez mempertahankan superioritasnya dan kembali jadi juara dunia? 
ACF
Marc Marquez merayakan kemenangan di GP Indianapolis (AP Photo/Jens Meyer)

0 komentar:

Posting Komentar